Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas ra berkata : Suatu hari aku berada dibelakang Nabi SAW lalu beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa patah kata,
Janji Allah selalu ditepati-Nya…
Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas ra berkata : Suatu hari aku berada dibelakang Nabi SAW lalu beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa patah kata,
Janji Allah selalu ditepati-Nya…
Yayang Bibi.., Mimi minta maap klo tiap bibi pulang dari kantor.. pasti Mimi dah asyik “niup balon” (*mosok siy?*) alias mimpi indah. Harap maklum yah,bi.. soale mimi gak tahan klo musti begadang.. apalagi begadangnya ngga di-sesiin apa di-spj-in gituh…
Muachh..aja utk yayang bibi…
Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah
masa depan kita.
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan
di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua sisi.
Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik
dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.
Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita.
Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya.
Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa
mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.
Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh
lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.
Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi kita hanya
diberi 1 buah mulut.
Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam,
mulut bisa menyakiti,bisa membunuh, bisa menggoda,
dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan.
Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi
lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita.
Mengingatkan kita pada penghargaan dan
pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam.
Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa
kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan
orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan
menemukan cinta yang jauh lebih indah.
a. Anggota Syurga Dari Awal.
b. Anggota Neraka Dari Awal.
c. Anggota Neraka temporer Kemudian ditransfer ke Syurga.
I. EMPAT KEUNTUNGAN LUMAYAN (untuk posisi a ):
a. Nikmat kubur.
b. Perlindungan di Padang Mahsyar.
c. Keselamatan Meniti Sirath-al mustaqim.
d. Syurga yang kekal abadi.
WAKTU WAWANCARA/INTERVIEW
Kapan saja secara adhoc mulai dari saat membaca iklan ini.
LOKASI WAWANCARA/INTERVIEW:
Dalam kubur (alam barzakh).
SYARAT:
- Tidak diperlukan ijazah
- Tidak diperlukan pangkat atau sertifikat.
- Tidak perlu bawa harta(yang banyak)
- Tidak perlu berwajah cantik,ganteng,berbadan tegap atau seksi’
Hanya diperlukan bawa dokumen asli Iman dan Amal.
Yang melakukan interview;
Mungkar dan Nangkir.
INI .NIH BOCORAN PERTANYAAN INTERVIEW (6 Soal)
1. Siapa Tuhanmu ?
2. Apa Agamamu ?
3. Siapa Nabimu?
4. Apa Kitabmu?
5. Dimana Kiblatmu ?
6. Siapa Saudaramu?
CARA MELAMAR:
Tak perlu kemana-mana dan bersusah payah, Anda hanya menunggu jemputan
yang berkaliber untuk menjemput anda. Ia akan menjemput anda kapan dan
dimana saja (mungkin sebentar lagi), namanya Izrail.
TIPS UNTUK BERHASIL DALAM WAWANCARA TERTUTUP INI:
Hadist Hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal, yang bermaksud;
Sabda Rasululloh SAW:
“Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,sesungguhnya jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu.
Jika mayat itu seorang muslim, maka sholat yang dilakukannya ketika beliau masih hidup akan diletakkan di kepalanya, puasanya diletakkan di sebelah kanannya, zakatnya diletakkan di sebelah kirinya dan amalan kebajikan sedekah, silaturrohim, masalah kebajikan dan ihsan diletakkan diujung kedua kakinya.
Ia akan didatangi malaikat dari bagian kepala, maka sholat itu berkata kepada malaikat: dari bagianku tidak ada jalan masuk.
Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kanan, maka puasa berkata kepadanya: dari bagianku tidak ada jalan masuk.
Kemudian malaikat berpindah ke sebelah kiri, maka zakat berkata kepadanya: dari bagianku tidak ada jalan masuk.
Kemudian dia didatangi dari arah ujung kakinya dan berkatalah amal kebajikan: di bahagianku tidak ada jalan masuk.
Maka malaikat berkata kepadanya: Duduklah kamu.
Kepadanya (mayat) diperlihatkan matahari yang sudah mulai terbenam, lalu malaikat bertanya kepada mayat itu: Apakah pandangan kamu tentang seorang laki-laki (Muhammad) yang kamu dahulu sentiasa berbicara tentang dia, dan Dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya?
Maka mayat itu berkata:
Tinggalkan aku sebentar, aku hendak sembahyang.
Malaikat berkata:
sesungguhnya engkau akan mengerjakan sholat (boleh saja) tetapi jawab dahulu apa yang kami tanyakan ini. Apakah pandangan kamu tentang seorang laki-laki (Muhammad) yang dahulu kamu selalu berbicara tentang dia; dan bagaimana kesaksian kamu kepadanya?
Maka berkata mayat itu: Laki-laki itu Nabi Muhammad saw dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad saw itu ialah utusan Alloh yang membawa kebenaran dari Alloh SWT.
Maka malaikat berkata kepada mayat itu; Demikianlah kamu dihidupkan dan begitu juga kamu dimatikan dan dengan demikian juga kamu dibangkitkan semula di akhirat, Insya Alloh. Kemudian dibukakan baginya satu pintu disyurga, maka dikatakan kepadanya itulah tempat kamu dan itulah janji Alloh pada kamu dan kamu akan berada di dalamnya.
Maka bertambah gembiralah mayat itu. Kemudian dilapangkan kuburnya seluas 70 hasta dan disinari cahaya baginya”
Wah..Nampaknya pertahanan kita perlu kuat nich…dari semua penjuru (kepala, kanan, kiri dan ujung kaki). !
II. Untuk posisi (b) tidak diperlukan belajar, gak usah berpikir, hiduplah sesuka anda…Wallahu- a’lam.
III. Untuk posisi (c) hanya diperlukan ibadah ala kadarnya (asal ucapin kalimat Tauhit), dan hidup sesuka anda…
Wallahu-a’lam.
‘Sebaiknya engkau mencoba belajar kepada matahari, bagaimana caranya menampilkan diri pada waktu pagi, siang dan sore dalam kondisi yang senantiasa mengagumkan, sehingga penduduk bumi ini tak pernah ada yang bosan terhadapnya!’
Hikmah di atas mengajari kita tentang nilai-nilai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dengan memakai analogi matahari.
Matahari adalah lambang kerinduan. Kehadirannya tidak pernah membuat penduduk bumi bosan terhadapnya. Malah, kehadirannya selalu dirindukan, ‘Kapan fajar esok menjelang ?’. Maka ayam pun ikut menabuh kendang pita suaranya, berkokok bersahut-sahutan. ‘Alhamdulillah, fajar tiba!’. Pekiknya kegirangan. Lantas, jendela gelap peraduan pun dibuka lebarkan, menyongsong kehangatannya.
Sebaliknya dengan kepergian matahari, yang seolah menorehkan duka lara [sande' olo], ‘Matahari telah tenggelam, ayo bertandang pulang,’ ajak istri kepada suaminya; seru ibu kepada anak-anaknya.
Oh, betapa indah keluarga matahari. Suami selalu rindu matahari-istrinya. Istri selalu kangen suami-mataharinya. Anak-anak merasa kegelapan tanpa matahari-ayahbundanya.
Matahari selalu dirindukan karena matahari adalah lambang cinta yang membebaskan. Matahari tahu cara menampilkan diri pada waktu pagi, siang dan sore dalam kondisi yang senantiasa mengagumkan. Dipagi hari matahari membawa kehangatan, disaat penduduk bumi sedang mabuk kerinduan; disiang hari matahari menampakkan ketegarannya, disaat penduduk bumi sedang diburu nafsu
keputus-asaan; disore hari matahari menampilkan kelembutannya, di saat penduduk bumi sedang dibius keperkasaan.
Matahari seolah hendak bertutur, bahwa cinta tidak boleh lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan. Cinta tak sekedar tertumpu pada ornamen-ornamen [wajah[cantik-tampan], seksualitas atau status sosial] tetapi lupa pada esensi [ibadah, perpaduan dua insan dengan satu keunggulan dihadapkan satu kelemahan; satu kelembutan dihadapkan pada satu keperkasaan atau tugas pewarisan generasi unggul].
Itulah cinta yang membebaskan, yang tak tersekat oleh ‘ruang dan waktu’. Maka cinta pembebasan matahari hendak meruntuhkan mitos bahwa istri hanya menarik dikala muda sedangkan seami hanya mempesona saat berharta-takhta. Maka belajarlah pada matahari yang pesonanya bersemangat abadi; pagi, siang dan sore selalu mempesona [muda menawan, tua juga; kaya mengagumkan, miskin juga; sehat penuh simpati, sakit juga]. ‘Ah .., aku cemburu pada bangunan kesetiaan keluarga
matahari!’
Matahari selalu mengagumkan karena matahari adalah perlambang tebaran rahmat. Matahari selalu memberi dengan tidak pernah berharap. Sinarnya menebar manfaat bagi keseluruhan penjuru jagad. Lihatlah sinarnya yang konsisten menerobos seluruh ruang kehampaan; memberi pencerahan pada setiap celah kegelapan.
Belajar pada matahari berarti memberilah! jangan terlalu menuntut; bermanfaatlah, jangan menjadi mudharat; mengasihilah, jangan mencelakai. Jangan engkau tuntut suami diluar kewajarannya; jangan engkau minta istri melebihi kapasitasnya. Lebih dari itu, tebarkanlah kelebihan rizki keluargamu untuk mereka yang membutuhkannya. Jangan makan sendirian ditengah kubangan kelaparan; jangan menjadi borjuis-kapitalis–menikmati keindahan hidup sendirian–di tengah pergolakan perjuangan; jangan membangun istana diatas gubuk-gubuk kemiskinan.
Maka, matahari adalah contoh yang baik. Kepesonaannya tidak pudar oleh sinarnya yang luas.
Energinya tidak habis, justru karena ia selalu sebarkan ke semesta raya. ‘Oh…, kapan aku bisa jadi matahari ?’.
Matahari bisa menjadi rahmat, mempesona dan membuat rasa rindu, karena matahari melakoni seluruh kausalitas yang diamanahkan Alloh. Ia taat pada nilai-nilai sunatullah. Matahari tidak pernah terbit dari barat. Ia istiqomah.
Maka keluarga matahari telah memberi contoh bagaimana bangunan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Keluarga yang taat pada nilai-nilai, istiqomah pada kebenaran, komitmen pada kausalitas pemberian Alloh.
Itulah keluarga, yang digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai baiti jannati [rumahku surgaku], yang oleh ‘keluarga cemara’ disyairkan dalam lirik puitis ini: harta yang paling berharga adalah keluarga / istana yang paling indah adalah keluarga / puisi yang paling bermakna adalah keluarga / mutiara tiada tara adalah keluarga.
Wassalamualaikum wr.wb.
**narasumbernya lupa euy…
Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.